Ketek Becek di Race Pack Collection Suunto Half Marathon 2019 (Part 1)

Sok Sehat

Disini aku bakal ngomongin soal drama Race Pack Collection (RPC) Suunto Half Marathon 2019. Sebelumnya aku minta maaf dulu ke semua yang baca Instagram storyku yang penuh kebencian dan sumpah serapah. Sekarang kepalaku sudah dingin dan aku lega semuanya berjalan lancar dan semua sudah tiba di rumah dengan selamat.

Menghibur Diri di Tanggal Tua

Sok Santai

Beberapa hari ini aku ngerasa bahagia karena hal-hal kecil, dan kebetulan hampir semuanya yang aku lakuin nyaris tidak mengeluarkan biaya. Aku ngerasa hal-hal ini akan cocok dilakukan di tanggal-tanggal ketika keuangan sedang kritis.

Disclaimer: ini sangat sepele, tapi jangan pernah sepelekan yang sepele. Coba dulu, baru komentar.

Beberes dan memindah letak barang

Aku baru beli bukunya Fumio Sasaki tentang hidup minimalis, intinya buku ini membuat aku dengan senang hati membongkar barang-barang lamaku. Beberapa yang sudah pasti tidak berguna aku buang, dan yang masih layak aku operkan ke pemilik barunya. Nanti aku akan bahas juga terpisah juga soal perjuanganku melawan kebiasaan buruk: menumpuk barang.

Dalam perjalannya, aku cari beberapa inspirasi settingan kamar yang bednya langsung di lantai. Aku ngerasa cocok dan akhirnya aku lepas dipan (tempat tidur), dan bereskan barang-barang di sekitarnya pelan-pelan. Anehnya setiap masuk kamar aku bahagia ngeliat settingan baru kamarku, dan malemnya aku tidur pules banget. Oiya, bisa juga hanya dengan mengganti layout ruangan, tetap dengan furniture yang sama. Rasanya mesti juga udah beda banget.

Liatin foto lama

Masih dalam rangka bebersih, aku nemu foto-foto lama dan ngikik-ngikik sendiri. Share sana share sini, rame dikomen sampai lupa waktu. Ini juga bisa liat ke facebook, lihat foto-foto lama dan share lagi. Inget susah dan bahagianya jaman dulu, rasanya udah melewati itu semua dan sampai di titik ini rasanya bangga kan dengan diri sendiri?

Kalau masih ada banyak waktu bisa dengan menyortir dan menggabungkan satu album foto-foto terbaik yang paling disuka. Foto-foto yang kebakar (yes, jaman dulu ada istilah ginian), bisa dibuang.

Main make up atau bongkar lemari pakaian

Seharian coret-coret muka, nyobain kombinasi warna, teknik make up baru, dan bereksperimen itu asik. Suka dengan hasilnya? Foto ala-ala trus pamerin dong.

Bisa juga keluarin baju-baju yang lama ga dipake. Cobain mix and match baju-baju yang lama. Kadang dengan kombinasi baru, rasanya udah seperti punya baju baru. Nemu baju yang udah ga kepakai atau ga muat? Jangan ragu untuk dioper ke pemilik baru yang akan seneng banget merawat baju lamamu.

Merawat diri di rumah

Di rumah ada onggokan hair mask, scrub badan, sheet mask dan kawan-kawannya? Lakuin dong perawatan di rumah head to toe. Rasain deh, dosa-dosa rasanya ikut luntur, badan wangi dan seger. Jangan lupa kutekan sekalian. Komplit-plit, entar keluar rumah tetangga sebelah pangling. Jadi mirip Angelina Jolie.

Udah kelar perawatan biasanya laper, makan, trus bobo. Duh, enaknyaa…

Bagi jiwa murahanku, hal-hal sepele seperti itu sangat menyenangkan. Apalagi dari semua hal yang dilakuin itu ga perlu berinteraksi sama orang lain. Huahahahaaa… Enak powl. Introvert sejati memang paling ahli membahagiakan diri sendiri.

Buat kalian yang seneng keramaian, coba deh jalan-jalan ke tempat-tempat sepele yang nyaris ga pernah didatangi. Seperti pasar bahan makanan, baju, atau hewan. Bawa kamera dan ambil foto dari hal-hal yang menarik perhatianmu.

Jalanlah di sudut-sudut tempat tinggalmu yang nyaris ga pernah dilewati dan temukan hal-hal yang ga pernah kamu amati.

Aku seneng nyobain menikmati hal-hal sepele. Ngopi bareng-bareng di pinggir kali aja udah happy. Lumayan membantu belajar untuk lebih mindful dan peduli dengan apa yang ada di deket kita. Soalnya aku sering ngerasa mikir kejauhan dan pengen yang susah-susah. Setelah mencoba menikmati, ternyata yang simpel-simpel itu enak kok. Ngapain ribet?

Ayolah dicoba. Biar ga ngimpi kepengen jadi Princess terus.

Energi

Sok Sehat

Ngeliat berita demo beberapa hari kemarin aku salah fokus. Bukannya nyimak tuntutannya goal apa enggak, tapi malah takjub banget ngeliat energinya anak-anak kuliah/sekolah yang gada matinya. Ga sedikit dari mereka yang menempuh perjalanan jauh (mahasiswa dari Semarang juga nyampe Senayan, Cuy), demo dengan logistik alakadarnya, trus balik lagi pulang. *tepuk tangan*