Itu bukan Jerawat, itu ROSACEA!

Beauty
Kesalahan terbesar selama aku merawat kulit: menganggap kulitku bermasalah dengan jerawat. Titik. Jerawat aja. Bandel dan susah ilang. Sampai pada akhirnya baru 2 tahun lalu ngerasa bahwa kulitku ternyata sensitif dan aneh. Seperti punya masalah kulit yang beda dari yang biasanya orang lain alami. Setelah banyak bertanya ke temen-temen dokter dan gooling, aku ngeliat bahwa gejalanya sangat mirip dengan rosacea. Sampe akhirnya nemu web rosacea.org dan mencermati isinya, akhirnya aku menghela nafas dan tambah yakin.
I have rosacea, and i have to learn to live with it.
Babik.

Basically, rosacea is a skin disorder, permasalahan kulit, yang memang udah kamu dapet dari dalem perut mama/bunda/umi/si mbok. Kalo di aku, ciri-cirinya seperti ini:
1. Wajah memerah/flushing/flaring. Bukan merah malu gara-gara kamu ga sengaja kentut di lift, tapi ga diapa-apain juga udah merah. Akan lebih menonjol ketika kulit wajah kontak dengan sesuatu (tangan, air, temperatur udara ekstrim, dsb) atau minum alkohol/makanan pedas. Nggak termasuk juga kuping merah gara-gara dinyinyirin mertua.
Kalo di aku biasanya kalo setelah cuci muka aku ngeliat seluruh kulit wajah memerah, dan akan kembali normal setelah beberapa saat.
2. Ada pembuluh darah yang terlihat di pipi, dagu, hidung, atau daerah lain.
Coba dekatkan wajah dengan kaca. Kalau di beberapa area terlihat serabut-serabut pembuluh darah berwarna merah atau keunguan maka wajib buat diwaspadai. Terkadang memang di daerah bermasalah ini (kalo aku di area bawah cuping hidung) terasa agak aneh seperti berasa tebel, gatel, atau perih. Anehnya di daerah tertentu seperti pipi berasa biasa aja. Sangat biasa seperti ngeliat kuah di mangkuk sup. Tsahhh…
3. Muncul jerawat kecil-kecil dengan ‘mata’ warna putih.
Pernah juga terjadi seperti ini rata di seluruh wajah. Ya, rata. Disertai iritasi yang mengakibatkan kulit berasa perih dan gatal. Kalau sudah begini ga perlu mikir dua kali, segera ke dokter kulit. Jangan coba-coba kasih aneh-aneh, apalagi yang macem DIYan gitu. Pernah gara-gara saking gemesnya maskeran pake tepung beras yang nggiling sendiri dan berakhir tambah parah. Nalarnya si, DIY itu memang ga sehigienis produk over the counter dan kita ga tau apa aja kandungannya. Yup, nalarnya sesimpel itu. Ga jelasnya semacem gebetan juga naksir kita juga apa enggak.
Kalo memang ga ngerti apa yang harus dilakukan, mendingan ke dokter aja. Ingat untuk selalu tutup kuping untuk saran-saran orang di sekitar yang belum pernah mengalami hal yang sama. Hargai saran mereka, berterima kasih, tidak perlu dicoba. Satu-satunya orang yang harus didengarkan hanya: dokter kulit yang terpercaya. Ga cuma milih pasangan hidup, milih dokter kulit juga harus cermat ya!
4. Dalam beberapa kasus keluar cyst (seperti bisul).
Pernah. Daguku penuh bisul mengerikan dan berisi nanah. Rasanya seperti kena tulah di cerita Alkitab yang diceritain bu guru agama waktu SD. BTW, aku muslim dan sekolahku di SD Kristen, in case ada yang bingung dengan agamaku, terus terang ini banyak banget yang nanyain soalnya di rumah 2 kali hari raya dirayain semua berhubung serumah juga agamanya macem-macem.
Eniwe, seiring dengan membaiknya kondisi kulit karena pengobatan, bisul akan kempes/pecah sendiri. Itu tangan juga jangan sekali-sekali iseng pegang apalagi pencet. Kalo memang pecah sendiri, segera cuci tangan, ambil tissue, dan dorong dengan perlahan di sisi kiri dan kanan atau atas dan bawah sampai mata dan nanahnya abis. Kalau darah udah mulai keluar, stop. Cukup. Kamu ga baru ngehajar pacar kamu yang abis ketahuan clubbing ga pamit.
5. Pernah juga sampai ke mata (ternyata ada yang namanya ocular rosacea, baca di link di atas ya), mata perah dan pedih sampai pembuluh darahnya juga terlihat. Rasanya? Pedihnya lebih parah daripada ditanyain ‘kapan kawin’ sehari lima kali.
7. Teriritasi ketika berkeringat banyak. Ini yang paling menyakitkan, seperti alergi dengan keringat sendiri. Ketika berkeringat langsung perih dan gatal.
Beberapa anggota keluarga seperti mama dan budhe punya rosacea juga, tetapi dengan tipe yang berbeda. Memerah dengan penebalan di area hidung dan dagu. Untuk jenis, penyebab, dan perawatannya akan aku jelaskan di tulisan yang berbeda biar ga kepanjangan. Ga janji. Semoga ga lupa. Semoga ada mood nulis.
Amin. *trus dibacok*
Yabegitulah. Kadang aku ngerasa kulitku seperti kulit alien. Sengaja aku tulis di bagian akhir: rosacea itu ga bisa sembuh, bisanya dikontrol. Makanya kan aku bilang di awal. I have to learn to live with it. Pertanyaan selanjutnya pasti: terus apa yang harus dilakukan. Kalo dengan kondisiku kemarin keputusanku: ke dokter. Itu udah harga mati, karena saat itu kondisinya sudah bener-bener severe dan aku bener-bener clueless dengan apa yang harus dilakukan. Oiya tambahan informasi lagi, rosacea ga nular kok.

Kalo sekiranya kamu merasa punya ciri-ciri yang mirip, udah duduk tenang aja, ke dapur buat teh trus duduk manis sambil pegang hape dengan kuota yang abis diisi ulang atau konek wifi. Research sebanyak-banyaknya. Separah apa kondisinya dan cari pertimbangan apakah mau dirawat sendiri atau ke dokter. Pastinya lagi pertimbangkan budget yang mau kamu gunakan, you decide. Boleh nanya-nanya, tapi pastikan yang kamu tanyai paham dengan permasalahan yang kamu hadapi. Tapi perlu aku tekankan bahwa yang paling tahu keadaanmu adalah kamu sendiri. Jadi, be wise. Pahami kondisi kulitmu, kumpulkan sebanyak mungkin informasi, tentukan budget, buat keputusan.

 

Good luck!

 

*Smooch*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s