Yoga: Ocehan Anak Kemarin Sore

Health and Sport

Pertama kali denger kata yoga apa yang terlintas di pikiran kamu? Cewek cantik, ramping, atletis sedang menekuk-nekuk tubuhnya dengan background pemandangan keren. Artistik, tanpa setitik keringatpun, muka bahagia bercahaya.

Yeah, right.

I’ll tell you what yoga really looks like. Kalau biasanya kalian baca dari artikel yang ditulis oleh seorang Yogi (praktisi Yoga) senior, guru, master dan sebagainya, kali ini aku akan kasih pandangan dari seorang pemula:  pandanganku sendiri. Tentunya yang aku tulis ini aku ambil dari apa yang diajarkan di kelas, buku, dan artikel Yoga. Sebagian kecilnya, sangat kecil.

Yoga itu apa?

Yoga is not about being bendy. Sekitar 2 tahun yang lalu aku mulai belajar Yoga dengan badan super kaku. Dengan posisi duduk aku cuma bisa meraih lutut. Itupun rasanya kaki bagian belakang (hamstring) berasa mau putus. Rasanya cuma iri sama temen sekelas yang fleksibel bawaan lahir. Tetapi ternyata yang beruntung punya tubuh fleksibel bawaan lahir itu bisa dihitung dengan jari, dan jarinya dari satu tangan. Sebagian besar dari mereka memulai yoga dengan dari kondisi yang ‘kaku’ dan dengan latihan yang konsisten secara perlahan, tubuh akan jadi lebih ‘fleksibel.’

Kalau secara kasat mata, dalam kelas yoga akan berisi sekumpulan orang bermuka serius yang sedang berjuang diatas mat dengan keringat di sekujur tubuh (terkadang sampai menggenang di mat). Biasanya mereka sedang berusaha keras untuk ‘membuat’ dan mempertahankan pose (kami menyebutnya sebagai Asana) dalam jangka waktu tertentu. Berusaha tetap tabah, mengharapkan sang Guru memberikan aba-aba untuk merelease asana secepat mungkin. Sesekali Guru akan melakukan koreksi langsung ke murid, yang pastinya akan disesuaikan kemampuan dan kondisi tubuh muridnya (yang diikuti efek suara …ugh atau bahkan aaawww…). Tapi jangan khawatir, kelas yoga ga seserius itu juga. Hal konyol sering ga sengaja terjadi, dan itu berasa seperti oase di tengah padang pasir.

Disini aku ga akan ngomongin sejarah dan filosofi. Selain belum nyampe kesana ilmunya, udah banyak ‘master’ yang menjelaskan, jadi tinggal googling aja pasti nemu kok. Secara garis besar (yang bisa aku tangkap), latihan fisik seorang murid yoga terdiri dari flexibility, strength, dan balance.  Itu yang dipelajari di kelas all-level atau yang biasa dilakukan di fitness center, studio, ataupun kelas umum.

Bagaimana memulainya?

Survey. Ikuti beberapa kelas dengan guru/instruktur berbeda. Bandingkan setiap kelas dan ambil salah satu yang kamu butuhkan, no, bukan yang paling kamu disukai. Ingat apa yang nenek selalu bilang, apa yang kamu inginkan seringkali berbeda dengan apa yang kamu butuhkan.

Lineage dan style setiap studio/shala berbeda-beda. Rule #1, dimanapun kamu belajar yoga, hormati peraturan dan style yang diajarkan. Setiap guru punya cara mengajar yang berbeda, jangan mengintervensi kecuali ditanyai pendapat. Kalau ga cocok, tinggal balik badan dan cari tempat lain. Jangan habiskan waktu untuk mempermalukan diri sendiri dengan membanding-bandingkan atau mengkoreksi style kelas yang diikuti (apalagi kalau tidak tahu dasarnya). Kalaupun perlu menyampaikan masukan sampaikan langsung dengan sopan dan jangan di forum/kelas. Kalau diterima bagus, enggak ya udah.

Perlu diingat bahwa studio/shala tempat belajar yoga adalah tempat pendidikan, bukan tempat bersenang-senang. Bukan juga tempat yang menjual jasa atau produk yang pembelinya mempunyai hak untuk mendapatkan manfaat maksimal dari ‘penjualnya’. Walaupun belajar yoga sebenarnya menyenangkan dan salah satu bentuk relaksasi juga. Jadi yaa jangan berharap sang Guru akan menyenangkan dan menuruti terus keinginan kamu. Tugas mereka adalah memberikan manfaat positif ke tubuh kita, tetapi memang prosesnya terkadang ga nyaman di kita. Ya iyalah, latihannya ga gampang, kadang ga nyaman, harus disiplin, belajar terus, dan sabar.

Tetapi sebelum mencapai itu semua, pastikan kamu senang dan ‘cocok’ dengan yoga. Seperti yang dulu pernah aku tulis di postingan sebelumnya, yang namanya olah raga itu harus seneng dulu baru asik ngejalaninnya. Dari itu juga, mendingan kalian survey dulu di beberapa tempat. Biar ga ngejudge seneng atau nggaknya yoga dari satu tempat saja. Soalnya ada temen yang awalnya ga seneng yoga gara-gara katanya bikin ngantuk. Tetapi setelah ganti tempat latihan jadi seneng gara-gara cocok dengan cara ngelatih gurunya. Tuh kan!

Bawa apa aja di kelas yoga?

Pakaian yang nyaman. Pas di badan, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar. Celana/legging nyaman bahan spandex, atasan menyerap keringat yang nyaman, kalau terlalu longgar masukkan di celana supaya tidak mengganggu gerakan. Kaos yang terlalu longgar bagian dadanya juga akan menutup muka saat down-dog, bernafasnya jadi ga enak banget. Jadi mendingan yang pas di badan tetapi tidak terlalu ketat.

Ladies, pakailah sport bra. Ga enak banget pake beha biasa trus naik-naik atau geser-geser dan malah akhirnya si kembar malah kejepit. Pakai yang light support udah ok kok. Rambut diikat dengan posisi kalau senderan atau tiduran ga akan mengganjal di kepala. Biar keringat ga masuk mata, mulut, dan hidung (sumpah ga enak banget) bisa pakai head band. Kalau ga bawa headband bisa bawa handuk kecil. Kalo aku sering lupa bawa dua-duanya jadi atasan sering fungsi ganda jadi lap keringat juga. 😛

Guys, kalian pake celana pendek yang ga terlalu longgar dan ga terlalu sempit. Kita ga mau isi celana kalian bertebaran kemana-mana waktu ngangkat kaki. Pantat yang nurut kalian udah seksi (hasil berbulan2 ngegym) tolong juga disimpen aja rapet-rapet.

Mat, pakailah mat dari tempat yoga dulu di awal. Datang lebih awal dan gunakan tissue basah buat bersihin dulu. Kalau memang udah bener-bener jatuh cinta sama yoga ga perlu mikir dua kali, beli! Ga asik banget pake ‘mat massal’, kita ga tau keringat dan daki dari entah berapa orang udah pernah mampir disitu. Eeeeewwww… Atas nama kebersihan, beli aja punyamu sendiri.

Mat sekarang macem-macem dan warnanya lucu-lucu, ada yang bahan PVC, rubber, atau kombinasi keduanya. Pilihanmu bisa disesuaikan dengan budget, kalau yang paling terjangkau biasanya dari PVC, cari aja online seperti di Tokopedia atau Lazada. Cari yang paling kamu suka. Aku dulu pakai PVC merk Kettler belakangan beli Manduka eKo Mat dan Lululemon travel mat. Dan sejauh ini yang aku rekomendasikan adalah Manduka. Ga gampang scratch, ga licin sama sekali, dan warnanya lucu-lucu. Kabarnya si durabilitynya paling te o pe, dan memang terbukti seperti itu. Lululemon bagus juga ga gampang slip, motifnya lebih lucu, tetapi gampang scratch. Kalau soal bersihinnya emang lebih gampang si Lululemon karena permukaannya alus.

Bawa air putih juga di kelas dan jangan diminum selama kelas berlangsung daripada bikin mual. Minumnya kalau udah selesai aja. Kasi jeda antara latihan sama makan besar antara 1-2 jam. Pipis dan pup tuntasin dulu sebelumnya, pastikan perut kosong biar enak nekuk-nekuk dan muntir-muntirnya. Jangan minum soda juga sebelumnya. Kalau masih nekat risikonya mual, pusing dan bisa muntah. Kalau udah gini jangan salahin gurunya ya.

Membiasakan diri dengan kesunyian

Kedengaran romantis emang. Tetapi memang kelas yoga diawali dan diakhiri dengan kesunyian. Tidak ada gerakan apapun dan tidak memikirkan apapun. Biasanya yang pertama kali mengalami hal seperti ini akan canggung. Pertama kali mencoba memfokuskan pikiran itu susahnya seperti pertama kali buat chaturanga. Seperti mind exercise. Di awal badan rasanya risih pengen gerak dan pikiran kemana-mana. Itu normal dan jangan dipaksa untuk fokus. Pelan-pelan (yang penting sering latihan) badan akan lebih ‘pasrah’ dalam diam, pikiran perlahan akan mulai hening dan fokus.

Tujuannya beryoga apa?

Selaras antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Terdengar simple tapi setengah mati menjalaninya. Sehat pikiran, ga gampang emosional, ga dikuasai ego, bisa mengendalikan mood (surprisingly, hanya dengan mengatur nafas). Tubuh sehat, pasti ga gampang sakit, ga gampang cedera, lebih fleksibel, dan kuat. Jiwa adalah penghuni tubuh kita yang harus juga ‘dirawat’ dan disayang. Nah, berhubung pemahamanku belum sampai disini, aku belum bisa jelaskan jiwa seperti apa yang sehat. Udah dijelasin sih di kelas, tapi mungkin aku pas laper parah jadi ga konsen dengerinnya. 😀 Tetapi aku pikir dengan sehatnya tubuh dan pikiran, otomatis si ‘Soul’ yang menghuni tubuh kita juga akan happy.

Sejauh pengetahuanku belum ada orang yang bisa mencapai goal ini. Because they said that the yoga journey has no end.

 

Oiya, ada beberapa catatan dari akoh biar ga lost in trenslesyen:

  • Yoga adalah milik dan untuk semua orang. Bagaimanapun kondisi tubuhmu kamu berhak dan BISA untuk beryoga. Masalahnya tinggal kamu mau apa enggak.

 

  • Embak-embak yang fotonya keren-keren di Instagram itu barangkali sudah bertahun-tahun latihan. Udah sering babak belur, cedera, dan kemungkinan sebagian besar waktu mereka digunakan untuk beryoga (atau berprofesi sebagai guru yoga). Bisa juga mantan atlit gymnastic atau penari ballet. Jangan harap bisa niru dengan 2-3 kali latihan. Daripada terlihat konyol atau maksa mendingan ga usah. Terkadang seseorang berlatih satu asana sampai bertahun-tahun untuk bisa mencapai final pose yang diharapkan. Awas jangan asal niru daripada cedera. Abis cedera nyari mbok pijet sekalian, abis dipijet salah urat sekalian. Amit-amit, jangan!

 

  • Kalau kalian ngarep hasil akhir yang instan dan gampang, kalian salah tempat kalau nyarinya di studio yoga. Kalo beryoga itu perjuangannya lama dan harus disiplin. Karena kami diajari, apa yang dibentuk dengan ketekunan dan perjuangan panjang akan bertahan lama. Sebaliknya, yang dapetnya cepet ilangnya akan cepet juga.

 

Nah, kembali ke bahasan di awal, biar ga tersesat siapa yang sebaiknya difollow di Instagram? Buat pemula aku memilih Jessamyn Stanley @mynameisjessamyn (gilak ini cewek keren, dia feminist khususnya untuk yang berukuran plus), dan Erica Tenggara @ericatenggarayoga (dia fokus untuk membentuk kekuatan dasar sebelum nyobain asana intermediate, challengenya bisa dicoba pemula, bisa kehabisan nafas maksudnya, tetapi sangat masuk akal dan bisa dicoba). Buat tips alignment di Pinterest bisa nyari Yoga by Candance asik juga.

Jadi, kapan kalian mulai latihan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s