Naik Andong Ga Pake Kuda

Travel

It’s been awhile since my last post, huh? Awhilenya setaon ya. Ehehehehhehh…

Okay, jadi masih seputar cerita jalan-jalan sok-sokan. Deket-deket sini aja (untuk Salatiga dan sekitarnya) dan pastinya praktis, ga pake ribet.

Ini cerita jalan waktu Mei 2015 kemarin, iya, udah dari tahun lalu. 😀 Kali ini aku jalan ke gunung (mungkin lebih tepat disebut bukit), yang udah dibilang cukup mainstream, but I don’t really give a damn (ora urusan). Soalnya hal yang terpenting adalah bagaimana menikmati objek di destinasi itu. Semua tergantung dari preferensi masing-masing orang kali ya? Ada yang seneng gunung, laut, kota, peninggalan bersejarah, dll. Yang penting: bagimu piknikmu, dan bagiku piknikku.

Namanya adalah Gunung Andong, terletak di daerah Ngablak, Magelang. Bentuknya seperti Dumbo yang sedang tidur. Pertama kali tahu Andong asyik buat hiking dari rekomendasi teman. Agak takut kehabisan nafas di tengah jalan karena mengira ini gunung tinggi (note: saat itu aku belum pernah hiking). Sempet googling, abis liat foto-foto travelernya cuma satu kalimat yang terlintas: ya ampun serem. Gimana ga serem? Dari ujung sampe ujung gunung isinya cuma tenda dan manusia. Pasar tumpeeee…

Akunya kalo lagi piknik paling seneng nyari tempat sepi. Kalo cape-cape nyampe atas ketemu ginian kan sia-sia bangeeett…

There he is. Hi Dumbo!

There he is. Hi Dumbo!

Akhirnya aku dan partner in crime, Maria, memutuskan berangkat siang saat weekday. Harapannya supaya disana sepi. Keluar rumah sekitar jam 7 pagi, isi BBM motor Maria, dan isi perut dengan semangkuk soto panas. Dengan bawa mie instan dan cemilan yang baru saja dibeli di minimarket terdekat, kami menuju ke basecamp Andong.

Berhubung adek-adek di basecamp bilang kalau diatas tidak dingin (siang hari), akhirnya jaket tipis kami tinggal di bagasi motor, kami naik cuma pakai baju yang nempel di badan dan kemeja tipis. Dan benar, cuacanya bagus, matahari terik, dan keringat kami bercucuran. Note: kami ga pernah lupa oles sunblock biar ga kena sunburn. Pakai yang untuk muka, dan buat badan dengan SPF tinggi.

Hutan pinusnya cakep banget.

Hutan pinusnya cakep banget.

Obat capek itu bernama mbak Selfie. :D

Obat capek itu bernama mbak Selfie. 😀

Buat kami yang tidak pernah hiking, puncak dicapai dalam waktu 3,5 jam sudah termasuk selfie di setiap sudut dan istirahat. Di jalan kami papasan dengan mas-mas yang bilang ‘Mbak, ga usah khawatir, di atas ada warung, jadi semangat ya nyampe sana langsung makan.’ Hah? Di gunung ada warung?

Emberan. Nyampe di atas kami shocked nemu warung. -.-”

Soal view, biar foto aja yang jelasin. Beruntung, timing tepat. Sepi dan cuaca cerah. Thank God!

Maria di PuncakJati

Cuma gaya. Alignmentnya parah banget. Ehe ehe ehe... :D

Yoga ala ala. Cuma gaya. Jangan komentar soal alignmentnya, parah banget. Ehe ehe ehe… 😀

Payung di ketinggalan di tas Maria sangat menolong. Kalo ga ada payung kami bisa jadi pindang.

Payung di ketinggalan di tas Maria sangat menolong. Kalo ga ada payung kami bisa jadi pindang.

Foto katrok tapi wajib

Foto katrok tapi wajib

Tips:

  1. Lagi, jangan lupa pakai Sunblock/Sunscreen ga peduli kamu cowo (jangan gengsi dibilang centil) atau cewe. Paparan matahari berlebih bisa memicu kanker kulit. Jangan lupa re-apply ketika sedang beristirahat. Saking asyiknya lupa kasih sunblock lagi, akhirnya muka dan pundakku sukses kena sunburn. Amit-amit sakit dan pedesnya.
  2. Sepanas apapun tetep ya, cover your skin! Gara-gara panas dan berkeringat ga karuan aku nekat singletan. Alhasil sampai rumah masuk angin dan batuk 2 minggu ga sembuh. Kan taik. Namanya juga belum tahu sadisnya angin gunung. Ya maap.
  3. Jalan ke tempat mainstream dengan nyaman? Yang terpenting adalah timing. Datanglah di weekdays, waktunya antara pagi ke siang. Walaupun berisiko turun kabut, tetapi puncak sepi. Sepupu cerita, kalo weekend diatas penuh sesak sampai jalan aja ga bisa. Bonus: ada bapak-bapak jualan ronde dan souvenir di puncak. 😀
Batu ternyaman buat istirahat.

Batu ternyaman buat istirahat.

Batu

Definitely going back! Pastinya ngajak keluarga.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s