The Hidden Bowl

Travel

Entah sudah berapa ratus anak tangga turun yang sudah dilewati. Menengok ke atas, ujungnya bener-bener udah ga kelihatan sama sekali. Sama juga waktu lihat kebawah. Tangganya seperti tidak berujung.

Sempat berhenti beberapa kali dengan alesan ambil foto dan menikmati pemandangan. Sebenarnya itu cuma dalih buat mengatur nafas dan sedikit beristirahat. Keringat sudah mulai mengalir membasahi badan, tetapi tangganya belum juga habis. Untungnya udah siap-siap. Seperti biasa, malamnya udah research kecil-kecilan dari blog lain. Jadi udah ngerti kalau bakal ketemu tangga panjang gini.

Disini awal dari perjalanan melewati tangga menuju ke pantai.

Disini awal dari perjalanan melewati tangga menuju ke pantai.

Kebetulan kami sampai di area Pantai Greenbowl ini pada saat matahari benar-benar diatas kepala. Seperti kerupuk yang dijemur di pinggir jalan. Tapi toh aku, Mbak, dan suaminya ga pernah keberatan berpanas-panasan. Aku percaya si, warna kulit tan itu seksi, walaupun kebanyakan pria disini memang seneng warna kulit terang. Tapi aku yakin kok, cewe berkulit tan itu punya ‘pasar’ sendiri. #kibasrambut

Mencapai Greenbowl nggak terlalu ribet kok. Cari arah menuju Pecatu atau Garuda Wisnu Kencana. Terus saja sampai bertemu pertigaan dan belok kiri. Ikuti petunjuk dengan tulisan “Secret Beach“. Ceileh, pantai aja pake main rahasia-rahasiaan. Yagitu deh. Terus lanjut saja sampai bertemu gapura Bali Cliff resort.

Kita akan bertemu jalan yang bercabang menjadi dua dan ambil yang kekiri. Buat lebih gampangnya bisa nyari di gugelmep di koordinat ini: -8.848, 115.171. Jalan akan mengarah menuju tempat parkir yang sebelumnya terdapat loket. Kami membeli tiket disitu, yang kalau tidak salah per orangnya hanya sekitar lima ribu rupiah saja.

Di area parkir memang ada beberapa penjual minuman dan cemilan. Tetapi sebaiknya memang membawa sendiri bekal, dan juga kain untuk digelar dan dipakai buat piknik di bawah. Tentu saja, ga perlu disuruh kami udah bawa bekel banyak buat makan siang dan males-malesan di pantai.

Ini tangga yang kalo dilihat dari bawah seperti cintaku padamu. (Nampaknya) tanpa ujung dan berliku-liku. Sebenernya ya biasa aja sih.

Ini tangga yang kalo dilihat dari bawah seperti cintaku padamu. (Nampaknya) tanpa ujung dan berliku-liku. Sebenernya ya biasa aja sih.

Dari tangga terlihat warna biru, hijau, tosca, turquoise, membaur dan enak banget di mata. Sempurna.

Dari tangga terlihat warna biru, hijau, tosca, turquoise, membaur dan enak banget di mata. Sempurna.

Setelah beberapa kali berhenti akhirnya ujung tangga terlihat juga. Nyaris kehabisan nafas (literally juga, karena ngos-ngosan)ketika melihat sekeliling. Hamparan pantai dengan warna gradasi biru ke hijau, dikombinasikan dengan hamparan pasir halus. Dinding karang dengan dua lubang besar kelelawar membingkai pantai ini dan menambah kecantikannya.

Sisi sebelah kiri

Pantainya tidak terlalu luas. Tetapi justru itu favoritku. Kecil dan ngumpet!

Dari atas tangga

Breathtaking View!

Setelah membicarakan keindahannya, mungkin ini sedikit mengecewakan. Seperti biasa, kenang-kenangan dari pengunjung sebelumnya bertebaran dimana-mana. Botol plastik, bekas api unggun, dan bungkus makanan berserakan. Gara-gara sering nemu ginian, aku nggak akan pernah akan bosan dan selalu berulang-ulang mengingatkan. Bawa pulang sampah kemanapun kita pergi.

Langit yang sangat indah, alam yang cantik, dan orang-orang terdekat bersamamu. Kombinasi yang sangat patut untuk disyukuri. Mumpung disini cuma ada kami bertiga, suasananya cocok banget untuk duduk, diam, dan merenung sambil memandangi pantai. Bagiku traveling bisa jadi salah satu cara untuk lebih bersyukur. Gimana nggak, kalo sang Pemberi Hidup ga sayang sama kita ga mungkin lah dibuatin ginian.

Balesnya gampang kok. Kita mau perhatiin apa nggak, mau ngerawat apa nggak. Tapi kalo ga bisa ngerawat gapapa juga, at least jangan dirusak. Persis kaya perlakuin cewek kok. ๐Ÿ˜›

Konon katanya pantai ini segaris dengan Pantai Pandawa yang gedenya segambreng-gambreng itu. Bedanya ini versi kecil dan versi sepinya. Pastinya lebih eksotik gara-gara keberadaan dua gua kelelawar ini.

Ini nih gua pertama. Kalau malam katanya banyak dihuni kelelawar.

Ini nih gua pertama. Kalau malam katanya banyak dihuni kelelawar.

Gua kedua berada di pojok kanan pantai.

Gua kedua berada di pojok kanan pantai.

Kalau siang hari, pantai ini kurang cocok untuk berenang karena ombaknya lumayan besar. Sepertinya bukan tipe pantai dengan air tenang yang nyaman buat berenang. Menurut informasi dari blog yang aku baca sebelumnya, kalau airnya surut akan nampak cekungan hijau besar. Iya, karena itulah tempat ini diberi nama Greenbowl alias mangkuk hijau. Nah, mungkin kalau surut air akan menjadi tenang dan enak buat berenang. Mungkin, tapi ntar aku pastiin kalo kesini lagi deh. Sejauh ini, menurutku kriteriaku sendiri, Greenbowl jadi pantai terindah disini. Kecil, unik, tersembunyi, cantik.

 

Adakah yang pasangan yang lebih cocok dengan pantai selain bir? Aku yakin Angelina Jolie dan Brad Pittpun tidak seserasi mereka.

Adakah yang pasangan yang lebih cocok dengan pantai selain bir? Aku yakin Angelina Jolie dan Brad Pittpun tidak seserasi mereka.

...tetapi baru minum tiga teguk udah disamber ombak. Gara-gara ditinggal gaya-gayaan. Dan ini usaha penyelamatan sia-sia yang tertangkap kamera...

…tetapi baru minum tiga teguk udah disamber ombak. Gara-gara ditinggal gaya-gayaan. Dan ini usaha penyelamatan sia-sia yang tertangkap kamera…

 

Meluangkan waktu ke Greenbowl. Dipastikan persiapannya matang juga ya. Air dan bir dingin itu wajib. Dan bawalah lebih dari satu karena selain di siang hari tubuh kita butuh banyak hidrasi, dan … berisiko kesamber ombak seperti birku. ๐Ÿ˜ฅ

Jangan lupa alas kaki nyaman, sneakers boleh, bawa sandal jepit buat di pantai. Makanan yang cukup dan sarung pantai serbaguna. Serbaguna? Bisa dipakai buat alas piknik, ngeringin badan, dan juga bisa nutupi badan kalo mau ganti baju. Ya iyalah, dibawah sini ga ada ruang ganti. Apalagi kamar mandi.

Dan kita bisa bobok... Bobok... Seperti ini!

Dan kita bisa bobok… Bobok… Seperti ini!

I feel free! #trusdigampar

I feel free! #trusdigampar

Bawa buku dan peralatan buat kopi disini sepertinya enak juga. Tiduran, ngopi, dan baca buku seharian di dekat gua. Oiya, sunblock harga mati. Ditambah jangan ketiduran di bawah terik matahari. Boleh dicoba kalo pengen nambah pengalaman kena sunburn di sekujur tubuh.

Jangan cape-cape ya. Selesai main-main masih ada tugas berat. Naik tangga!

Greenbowl View

Advertisements

3 thoughts on “The Hidden Bowl

    1. Hi Deanna,

      I’ve read your bucket list, and I can make a list for great places in Bali. Can I have your e mail address?

      Hey, your blog is cute and I also love the pictures! Thank you for visiting my blog, Deanna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s