Sehat Selama Liburan!

Health and Sport

Sangat menyenangkan ketika jadwal sudah ditetapkan, tiket pesawat sudah siap, dan hotel sudah dipesan. Packing selesai, itinerary beres, dan semua persiapan sudah nyaris sempurna. Setelah berangkat dan sampai tujuan semuanya lancar.ย  Satu persatu urutan perjalanan diikuti. Saat sedang asyik-asyiknya jalan ke objek wisata tiba-tiba badan terasa lemas, nafas tersengal-sengal, dan pandangan mulai berkunang-kunang. Nahloh!

Apalagi objek wisata membutuhkan usaha untuk mencapainya. Jalan jauh, kepanasan, atau trek tidak rata. Penyebabnya? Setelah diingat-ingat ternyata belum makan, semalam hanya tidur sebentar, dan sebulan terakhir tidak pernah olah raga. Bonus: jetlag!

Kasihan kalau partner traveling kita juga kena getahnya. Mereka harus merelakan liburannya terganggu gara-gara merawat kita yang jatuh sakit. Me-nye-bal-kan.

Jalan menuju pantai Njungwok. Jauh, panas, dan sangat, sangat menyenangkan!

Jalan menuju pantai Njungwok. Jauh, panas, dan sangat, sangat menyenangkan!

Menikmati pemandangan Rawa Pening sepanjang rel. Iya, jalan jauh lagi. Tapi seru!

Menikmati pemandangan Rawa Pening sepanjang rel. Iya, jalan jauh lagi. Tapi seru!

Sangat disayangkan ketika keindahan yang di depan mata jadi tidak bisa dinikmati. Cuma gara-gara badan tidak bersahabat. Ketika pernah mengalami hal seperti itu, kita bisa menyimpulkan. Ternyata hal yang membuat traveling indah dan menyenangkan itu cuma 1: SEHAT!

Jadi, memang untuk tetap sehat waktu traveling sebenarnya harus disiapkan jauh-jauh hari. Ini nih, yang katanya orang-orang kuncinya hidup sehat:

Eat, Sleep, Exercise, Repeat. Makan, tidur, olah raga, ulang.

Sangat simple (kedengarannya). Apa yang harus dilakukan adalah melakukan ketiganya secara berulang-ulang. Makan, tidur, dan olah raga yang seperti apa yang harus dilakukan? Kalau yang aku lakukan selama ini seperti ini:

 

Makan

Pola makanku sekarang bukan 3 kali sehari, tapi sekitar 5-6 kali. Terinspirasi dari Bapakku yang sedang berdamai dengan Diabetes. Beliau harus menjalani cara makan yang berbeda dari orang kebanyakan. Sarapan, snack, makan siang, snack, makan malam, snack lagi.

Woy, jangan salah sangka. Snacknya bukan gorengan! Roti gandum, cereal rendah lemak, susu kedelai, susu rendah lemak (aku tidak suka susu skim, bagiku seperti susu dicampur air), muesli, buah kering, yoghurt, telur, oatmeal. Tinggal mengkombinasikan bahan-bahan itu untuk dibuat snack.

Aku sudah terbiasa makan makan sedikit nasi merah, banyak sayur, banyak lauk. Setiap harinya makan buah semangkuk gede. Minum air putih 2-3 liter. Selalu ada tempat air ukuran 1500 ml dan gelas ukuran jumbo di meja kantor dan kamar. Pernah sedikit bermasalah dengan ginjal dan saluran kencing. Jadi dokter memang menyarankan harus banyak minum air kalau memang suka ngopi.

Siapa bilang tidak boleh? Sesekali boleh!

Belah Chocolate Souffle-nya, dan biarkan bagian tengahnya meleleh keluar. Sendok sedikit dan tambahkan sedikit cream. Rasakan hangatnya souffle di mulut berpadu dengan cream yang lembut. Susulkan strawberry dan rasakan segarnya. Hm… Mau pantang dengan makanan seperti ini? Kalau aku si tegas menyatakan TIDAK! :))

Nasi Pedas Bu Andika, Bali. SIAPA YANG BISA NOLAK?

Nasi Pedas Bu Andika, Bali. Pedas, gurih, enak. SIAPA YANG BISA MENOLAK?

Aku tidak akan menyiksa diri dengan diet, kelaparan, atau pantang dengan makanan tertentu. Pantanganku cuma makanan tidak enak. :))

Hidup cuma sekali, jangan dipersulit. Makan apa saja yang disukai, yang penting porsinya wajar. Sudah banyak cerita efek samping diet. Nahan lapar, ada makanan favorit tapi takut gemuk. Ujung-ujungnya mood yang rusak. Jadi gampang marah dan malah ‘balas dendam’nya serem. Belakangan makan lebih banyak!

Makan nasi Padang, bubur tumpang (khas Salatiga), atau martabak manis boleh? Boleh, boleh, boleh. Sesekali!

Cocok buat bekal traveling!

Bolu kukus warna warni dari toko roti Linda, Semarang. Cocok buat bekal traveling.

Kalau sedang traveling jangan lupa bawa bekal. Makanan kering dan buah-buahan yang gampang dimakan. Buat cemilan selama perjalanan. Sekalian buat berjaga-jaga kalau tidak menemukan tempat makan.

Roti, pisang, apel, susu, soybar, susu kedelai, air mineral bisa jadi pilihan yang lumayan praktis. Aku mentolerir junk food dan nasi bungkus untuk pilihan darurat. Apalagi kalau di tempat tujuan diperkirakan tidak ada yang menjual makanan.

Pada prinsipnya bekal yang dibawa harus kering, mengenyangkan, dan menambah energi. Untuk nasi bungkus aku selalu memilih lauk kering dan tanpa sayur. Karena sayur gampang basi. Persis omongan mantan. Ups… ๐Ÿ˜€

Soal makanan, kata kuncinya: berapa kali, porsi, kombinasi.

 

Tidur

Bagiku tidur yang ideal adalah 6-8 jam di waktu normal orang tidur. Tidak berlaku untuk tidur dengan durasi yang sama tapi mulai tidur diatas jam 1 pagi. Beberapa kali pernah coba. Paginya serasa habis diinjak-injak kuda nil. Jadi kuncinya tidur cuma timing dan durasi saja.

Aku mulai masuk selimut jam 11-12an (tapi masih utak atik Twitter dan Path :p ). Sempat punya cita-cita mulia tidur lebih awal. Berkali-kali mencoba merealisasikan tapi jarang berhasil. Pagi harinya selalu mengumpati alarm dan beberapa kali memencet tombol snooze. Resmi merangkak turun dari tempat tidur jam setengah 7an. .

Tidur yang cukup ya!

Redupkan cahaya kamar, atur suhu yang pas. Tidur yang cukup ya!

Penyakit orang traveling biasanya: kurang tidur. Efeknya, waktu jalan badan berasa lemas dan mengantuk. Jadi tidak betah jalan betah lama dan kadang-kadang terasa pusing. Memang harus meluangkan waktu barang sehari saja.

Gegoleran di pinggir pantai atau bersantai sambil baca buku bagus. Jangan pernah tinggalkan buku di rumah, bawa yang kecil dan ringan. Bisa juga minum teh di balkon kamar sambil menikmati pegunungan. Nikmati suasa liburan sambil bermalas-malasan.

Baca buku sambil minum cocktail. Nungguin sunset!

Cocktail, buku bagus, mandi cahaya matahari dan lihat sunset. Adakah yang lebih sempurna daripada itu?

Kadang-kadang ini bisa jadi kesempatan untuk merenung. Memikirkan apapun yang belum sempat dipikirkan saat kita di ‘dunia nyata’. Siapa tahu kita dapat ide baru sewaktu liburan. Who knows?

 

Olah raga

Nah, ini mirip dengan traveling. Setiap orang punya kecocokan sendiri dengan jenis olah raga tertentu. Aku suka jogging dan merasa lebih sehat itu, tapi mungkin itu tidak cocok buat orang lain. Bisa karena memang tidak suka. Kelemahan fisik juga bisa kendala, seperti kelainan jantung atau pernah cidera kaki.

Olah raga juga seperti jodoh. Kalau memang tidak suka jangan dipaksa! Soalnya tidak akan bertahan lama. Memilih olah raga yang tepat memang butuh waktu, dan mesti coba-coba. Kalo bisa jangan satu jenis saja biar tidak cepat bosan. Tidak, kalau ini jangan disamakan dengan cara cari jodoh. :))

Saat ini aku mengkombinasikan jalan, jogging, yoga, dan sedikit angkat beban. Sesekali berenang juga enak. Apalagi cuaca bagus, kolam enak, airnya hangat. Tidak perlu berpikir 2 kali. Byur!

Pikiran tenang, badan jadi lebih lentur. Melawan gravitasi dan tubuh sendiri.

Pikiran tenang, badan jadi lebih lentur. Melawan gravitasi dan tubuh sendiri.

Serunya jogging. Banyak ketemu seperti ini. :))

Serunya jogging. Banyak ketemu lucu-lucuan. Melihat 1001 cara orang cari jodoh. :))

Aku merasa jogging dan jalan lebih simpel. Bisa dilakukan saat liburan. Tapi aku tetap membatasi olah raga saat liburan, supaya tidak kelelahan. Tenaganya dihemat buat jalan-jalan di tempat bagus. Atau biar praktis, cari tempat yang membutuhkan perjalanan lumayan jauh. Pakai running shoes jalannya supaya nyaman.

Setelah tahu olah raga apa yang disuka, berikutnya harus tahu intensitasnya. Jangan sampai saking asyiknya, jadi keseringan, terus malah overtraining. Gejala yang muncul biasanya: sendi-sendi nyeri, badan panas seperti mau masuk angin, dan badan berasa kurang sehat. Misalkan nekat olah raga hasilnya tidak akan maksimal.

Ada beberapa versi gejala overtraining, dan salah satunya membuat massa otot malah menyusut. Hih! Intensitas sebaiknya kita tentukan sendiri, jangan ikut-ikutan orang. Soalnya yang merasakan lelah-tidaknya kita sendiri. Semuanya itu baik kalau secukupnya dan sesuai kemampuan.

Jadi cari olah raga yang cocok, kombinasikan, tentukan intensitas latihan. Jangan lupa pelajari olah raga yang disukai. Browsing dan banyak bertanya dengan orang yang sekiranya lebih paham. Seperti personal trainer atau atlit. Pastinya supaya menghindari cedera.

Olah raga bareng-bareng selalu lebih seru! Kami saat dalam perjalanan ke Semarang ikut 5K!

Olah raga bareng-bareng selalu lebih seru! Kami saat dalam perjalanan ke Semarang ikut 5K!

 

Tiga hal itu aja yang aku lakukan selama ini berulang-ulang selama setahun terakhir, dan aku merasa badanku lebih sehat. Perlu diingat bahwa setiap orang punya porsi makan, tidur, dan olah raga sendiri-sendiri.

Aku tidak pernah menyamakan diriku dengan orang lain. Kondisi mereka berbeda. Gender, berat badan, tinggi, lingkungan, kualitas bahan makanan yang tersedia sangat berpengaruh. Ibaratnya sama-sama sakit flu, beda orang bisa diberi beda resep oleh dokter yang sama kok.

Selamat bereksperimen. Tetap hindari diet aneh-aneh atau obat diet tidak jelas. Juga klinik pengurusan badan yang entah ada ijin resminya atau tidak. Kalau dimulai dari sekarang, hidup sehat itu tidak susah dan tidak menyiksa kok.

Mana sepatunya? Yuk lari!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s