Lapis Legit di Dusun Sampang (Gunung Kidul II: Part 1)

Travel

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, perjalanan ke Gunung Kidul, Yogyakarta tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Keindahan alamnya sepertinya selalu mengundang untuk dikunjungi lagi, terutama di area yang masih sepi dan jarang didatangi manusia. Buat aku dan beberapa temanku yang sependapat maksudnya. Soalnya bagiku tempat paling menyenangkan di alam itu memang yang belum tersentuh banyak orang. Selain masih bersih, enak banget ambil fotonya. Pastinya bebas foto-foto dengan pose-pose bodoh tanpa khawatir dilihat orang. :p

Berawal dari cerita Mama yang dengar tentang keindahan pantai Jogan di Gunung Kidul, dan seperti biasa, akhirnya jadi penasaran dan gugling juga. Dapet beberapa fotonya. Sekilas lihat aja perasaan aku-harus-kesana itu langsung muncul. Gimana enggak, biasanya main ke pantai ATAU air terjun, tapi di pantai Jogan ini ada dua-duanya. Iya beneran, gabungan pantai dan air terjun. Langsung aja memutuskan kalau ada kesempatan harus kesana. Sekalian cari tempat-tempat lain yang searea, dapet deh air terjun di Luweng Sampang dan air terjun Sri Gethuk.

Setelah dapat tanggal, dan pastinya teman, langsung cari tahu soal area dan pastinya langsung cari peta wisata Gunung Kidul. Jaga-jaga siapa tahu sinyal hilang padahal butuh petunjuk jalan. Setelah semuanya diprint, langsung aja malamnya siap-siap.

Jam 6 pagi udah dandan cantik dan jemput partner in crime, Maria (@marianiena). Setelah isi bensin, langsung jalan ke Gunung Kidul dengan tujuan pertama: Luweng Sampang.

Lampu merah adalah tempat terbaik untuk foto!

Lampu merah adalah tempat terbaik untuk foto!

Mengikuti petunjuk dari salah satu Travel Blog, kami melewati rute: Salatiga-Jatinom-Prambanan-Piyungan-Patuk-(ambil arah Nglipar)-Dusun Sampang. Jalan menuju ke Luweng Sampang sangat menyenangkan. Kami harus melewati satu gunung untuk mencapai Dusun Sampang, walaupun jalannya tidak telalu lebar tetapi relatif aman dan hanya rusak di beberapa bagian. Soal pemandangan, daerah Gunung Kidul tidak perlu dipertanyakan lagi. Sulit menggambarkannya. Intinya pemandangan membuat 6 jam perjalanan kami tidak terasa. Walaupun harus naik-turun mobil untuk bertanya.

Walopun ga terlalu tinggi, jembatan ini pas semobil.

Walopun ga terlalu tinggi, jembatan ini pas semobil.

 

Menuju Luweng Sampang

Berhenti di salah satu tempat yang viewnya keren banget!

View dari atas gunung. Dusun Sampang terletak di balik gunung ini.

Berhenti di salah satu titik di atas gunung. Dusun Sampang terletak di balik gunung ini.

Setelah sampai di Luweng Sampang, pemandangan pertama adalah tempat istirahat dan sedikit naungan motor. Ada eyang-eyang disitu yang memperkenalkan diri sebagai juru kunci Luweng Sampang yang konon merupakan tempat bertapa Sunan Kalijaga. Kami langsung turun menuju ke Luweng. Jalan turun dibuat dari bebatuan luweng itu sendiri yang dibentuk sedemikian rupa menjadi tangga yang lumayan aman dilewati, dengan pegangan di dekatnya.

Luweng Sampang

Turun menuju ke Luweng! Ga licin dan ga jauh.

Kesan pertama adalah… Kok nggak ada airnyaaaaaaa…Cuma ada beberapa genangan air sebetis dengan air terjun kecil. Oke, disini kami dapat pelajaran pertama. Salah musim. Lupa kalau saat ini sudah mulai mangsa ketiga atau musim kemarau. Begitulah risikonya main di alam. Pehape. Tapi untungnya kami cewe-cewe yang tambah gemes kalo dipehapein. #eh

Akhirnya sampai di Luweng!

Akhirnya sampai di Luweng!

Tapi tidak, kami tidak kecewa sama sekali. Kami tetap takjub melihat dinding bebatuan yang membentuk Luweng atau lubang dalam bahasa Jawa itu. Bentuknya berlapis-lapis seperti lapis legit, dan jika didekati di bagian tengahnya ada air terjun. Puas foto-foto di bawah akhirnya kami naik keatas dan melihat luweng dari atas. Konon, tepat disinilah Sunan Kalijaga pernah bertapa. Memang benar cerita kang Anto @motulz, kalau cerita itu akan mengemas suatu tempat menjadi lebih menarik.

Luweng jika dilihat dari atas. Konon di bawah ini Sunan Kalijaga bertapa

Luweng jika dilihat dari atas. Konon di bawah ini Sunan Kalijaga bertapa

Sampai di dekat kami parkir kami bertemu Eyang juru kunci. Beliau bertanya dari mana kami tahu tempat itu, aku bilang tahu dari internet. “Wis direkam kabeh opo durung? Tulisen yo, jenengku Lagiman” (sudah difoto semua apa belum? Ditulis ya, namaku Lagiman). Trus beliaunya minta foto dan akhirnya kami selfie bertiga!

Si Mbah Lagiman ini pinter banget. Dia ngerti bagaimana cara tempat itu cepat dikenal. Kalau mampir kesitu jangan lupa beri si Mbah sesuatu. Uang lebih baik, sukarela aja. Waktu Maria memberi sambil bilang “kagem tumbas rokok, Mbah” (buat beli rokok) si Mbah bilang kalau uangnya bukan buat beli rokok. Sambil menunjuk naungan dari bambu, dia bilang kalau uangnya akan dipakai buat merawat tempat itu. Duh Mbah, kami akan selalu doakan si Mbah selalu diberi kesehatan dan suatu saat ada orang yang peduli dengan tempat yang indah itu. :’)

Mbah Lagiman, Juru Kunci Keren

Mbah Lagiman, Juru Kunci Keren

Soal biaya, kami kesitu cuma mengeluarkan biaya buat bensin dan makan saja. Paling banter cuma buat maringi (memberi) si Mbah saja. Salah satu tempat buat #pikniksandaljepit yang menyenangkan (walaupun saat itu pakai running shoes, dan ternyata medannya aman buat sandal jepit). Beberapa tips yang mungkin berguna:

  1. Rajin bertanya, karena banyak percabangan. Pastinya harus benar-benar sabar mencari. Iya, mirip-mirip nyari jodoh. #eh
  2. Sebisa mungkin datang saat musim hujan, supaya debit air meningkat. Jadi sungai dan air terjunnya bisa kelihatan lebih keren.
  3. Kearifan lokal masih kuat. Jaga perbuatan dan ucapan. Percaya ga percaya si, tapi hati-hati itu lebih baik.

Eniwe, kami dapat pelajaran pertama berharga di siang itu. Mencapai sesuatu ternyata membutuhkan proses panjang dan usaha. Setelah semua itu dilewati belum tentu hasilnya maksimal, dan harus diterima dengan lapang dada. Ambil sisi positifnya saja!

Oiya, bawa pulang cerita dan foto-foto keren dari sini. Sampah juga dibawa ya, jangan ditinggal! 🙂

Pareng, Mbaaaahhh… (Pamit)

 

Advertisements

3 thoughts on “Lapis Legit di Dusun Sampang (Gunung Kidul II: Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s